All Stories
Tampilkan postingan dengan label Sexual Health. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sexual Health. Tampilkan semua postingan

11 Langkah Memperbaiki Kualitas Sperma

I NYOMAN ARDIANTA | 01.23 | | | | Be the first to comment!
Kualitas kesuburan seorang pria turut menentukan harapan dan peluang memiliki keturunan. Kesuburan seorang lelaki ditentukan oleh berbagai faktor, di antaranya adalah kualitas sperma.
Menurut pakar Andrologi dan Seksologi, Prof Dr Wimpie Pangkahila, SpAnd, FAAC, untuk dapat membuahi sel telur, diperlukan kualitas sperma yang baik. Jumlah yang cukup banyak bukan satu-satunya jaminan karena tak jarang sperma yang ada lemah, bahkan mandul.

Sperma yang normal, menurut Wimpie, secara kasat mata dapat dinilai dari beberapa hal. "Warna kelabu pucat, aroma khas (seperti bunga akasia), volume sekitar 2-4 ml. Ketika baru dikeluarkan tampak gumpalan, yang dalam waktu beberapa menit akan mencair," ujarnya dalam sebuah jawaban konsultasi di kanal Kompas Health .
Namun untuk mengetahui kualitas dan kuantitasnya, apakah normal atau tidak, diperlukan pemeriksaan di bawah mikroskop. "Dari situ dapat disimpulkan, apakah kesuburan normal atau tidak normal," tambahnya.
Untuk memperbaiki kualitas kesuburan, seorang pria biasanya dianjurkan minum obat tertentu atau menjalani terapi-terapi khusus yang disarankan dokter.

Akan tetapi, ada juga beberapa cara alami yang dapat dicoba untuk memperbesar peluang mendapatkan seorang anak. Beberapa langkah ini dapat membantu memperbaiki kualitas kesuburan :

1. Redakan stres Anda.
Walaupun dokter belum tahu mengapa stres yang berlebihan dapat mengurangi hitungan sperma, mempraktikkan teknik-teknik meredakan stres seperti biofeedback atau relaksasi otot progresif bisa ada gunanya. Usahakan gairah Anda memuncak. Pria yang sangat terangsang ketika sedang bersanggama memancarkan semen lebih banyak dan menghasilkan sperma lebih kuat. Usahakan agar percumbuan atau foreplay Anda berlangsung sekurangnya 20 menit.

2. Tambah asupan vitamin C Anda.
Kekurangan vitamin C bisa menyebabkan sperma menggumpal, dan kasus ini mencapai 16 persen di antara semua pria yang mandul. Dan beberapa studi telah menunjukkan bahwa suplemen vitamin C setiap hari ternyata meningkatkan kesuburan di kalangan pria perokok. Vitamin C adalah antioksidan yang membuat membran-membran sel menjadi stabil dan ini bermanfaat baik bagi sperma. Buah-buahan seperti jeruk, mangga, semangka, strawberi dan sayuran seperti brokoli, tomat, dan kecambah adalah makanan yang kaya dengan vitamin C.

3. Atur jadwal.
Hindari hubungan intim selama dua hingga lima hari sebelum pasangan Anda menurut dugaan akan mengalami ovulasi. Ini akan meningkatkan hitungan sperma, dan persentase sperma sehat yang akan Anda pancarkan bisa lebih tinggi.

4. Jangan berolahraga berlebihan.
Orang yang berolahraga secara berlebihan bisa mengurangi hitungan sperma mereka karena suhu yang meningkat di sekitar testis selama kegiatan yang sangat mengerahkan tenaga. Dalam sebuah studi di AS, para peneliti menemukan bahwa para pelari yang berlatih lebih dari 90 kilometer per minggu mempunyai hitungan sperma lebih rendah dan sel-sel sperma kurang matang daripada pria berlari kurang dari 50 kilometer per minggu. Namun, latihan aerobik yang takarannya sedang seperti berjalan cepat atau berenang, tiga kali seminggu, masing-masing selama 20 menit, tidak akan mempengaruhi produksi sperma

5. Pakai celana bokser.
Walaupun mungkin tidak seefektif yang diyakini oleh sebagian orang, mengganti celana dalam ketat dengan celana bokser atau celana kolor mungkin dapat menaikkan hitungan sperma Anda, pasalnya testis Anda akan lebih sejuk.

6. Turunkan berat beberapa kilogram.
Apabila Anda kelebihan berat badan, menurunkan berat beberapa kilogram mungkin meningkatkan kesuburan Anda. Apabila Anda kelebihan berat badan, jaringan lemak dapat membungkus testis Anda, menaikkan temperatur disitu dan membunuh sperma di dalamnya

7. Turunkan suhu mandi sauna.
Duduk di kamar mandi sauna atau bak air hangat, atau mandi air hangat biasa pada suhu lebih dari peratur tubuh untuk periode yang terlalu lama dapat menurunkan produksi sperma . Jangan menghabiskan waktu lebih dari 15 menit sehari di bak air hangat atau sauna, dan Uahakan agar suhunya tidak lebih dari 36,5 derajat celcius.

8. Cermati antibiotika yang Anda minum.
Walaupun antibiotika bcgitu berperan dalam kemandulan, ada beberapa jenis yang bukti mempengaruhi mutu sperma dengan menurunkan hitungan sperma dan kelincahan gerak sperma, atau kemampuan "berenang" sperma. Yang tergolong kelompok ini adalah nitrofuran, contohnya nitrofurazone, dan macrolides, misalnya eritromisin.

9. Simpan pelumas Anda.
Jeli atau bahan pelumas lain mungkin  hubungan intim lebih lancar, tetapi bahan ini dapat mengurangi kelincahan sperma, belum lagi kalau mengandung spermisida.

10. Berhenti merokok.
Jika Anda merokok, peluang Anda untuk menjadi  seorang ayah terbang bersama asap rokok.  Merokok tampaknya mempunyai kaitan dengan lamban dan rendahnya hitungan-sperma dan selain itu, penelitian menemukan bahwa keguguran meningkat 64 persen apabila kedua pasangan merokok atau bahkan meskipun hanya sang pria yang merokok. Batasi minum alkohol. Alkohol berlebihan dapat menurunkan hitungan sperma.

11. Hindari nakoba.
Pemakaian mariyuana dan obat-obat terlarang lain selama jangka panjang berakibat menurunnya hitungan sperma dan tidak normalnya pola perkembangan sperma.

Sumber :
Berbagai sumber

Kualitas kesuburan seorang pria turut menentukan harapan dan peluang memiliki keturunan. Kesuburan seorang lelaki ditentukan oleh berbagai faktor, di antaranya adalah kualitas sperma.
Menurut pakar Andrologi dan Seksologi, Prof Dr Wimpie Pangkahila, SpAnd, FAAC, untuk dapat membuahi sel telur, diperlukan kualitas sperma yang baik. Jumlah yang cukup banyak bukan satu-satunya jaminan karena tak jarang sperma yang ada lemah, bahkan mandul.

Sperma yang normal, menurut Wimpie, secara kasat mata dapat dinilai dari beberapa hal. "Warna kelabu pucat, aroma khas (seperti bunga akasia), volume sekitar 2-4 ml. Ketika baru dikeluarkan tampak gumpalan, yang dalam waktu beberapa menit akan mencair," ujarnya dalam sebuah jawaban konsultasi di kanal Kompas Health .
Namun untuk mengetahui kualitas dan kuantitasnya, apakah normal atau tidak, diperlukan pemeriksaan di bawah mikroskop. "Dari situ dapat disimpulkan, apakah kesuburan normal atau tidak normal," tambahnya.
Untuk memperbaiki kualitas kesuburan, seorang pria biasanya dianjurkan minum obat tertentu atau menjalani terapi-terapi khusus yang disarankan dokter.

Akan tetapi, ada juga beberapa cara alami yang dapat dicoba untuk memperbesar peluang mendapatkan seorang anak. Beberapa langkah ini dapat membantu memperbaiki kualitas kesuburan :

1. Redakan stres Anda.
Walaupun dokter belum tahu mengapa stres yang berlebihan dapat mengurangi hitungan sperma, mempraktikkan teknik-teknik meredakan stres seperti biofeedback atau relaksasi otot progresif bisa ada gunanya. Usahakan gairah Anda memuncak. Pria yang sangat terangsang ketika sedang bersanggama memancarkan semen lebih banyak dan menghasilkan sperma lebih kuat. Usahakan agar percumbuan atau foreplay Anda berlangsung sekurangnya 20 menit.

2. Tambah asupan vitamin C Anda.
Kekurangan vitamin C bisa menyebabkan sperma menggumpal, dan kasus ini mencapai 16 persen di antara semua pria yang mandul. Dan beberapa studi telah menunjukkan bahwa suplemen vitamin C setiap hari ternyata meningkatkan kesuburan di kalangan pria perokok. Vitamin C adalah antioksidan yang membuat membran-membran sel menjadi stabil dan ini bermanfaat baik bagi sperma. Buah-buahan seperti jeruk, mangga, semangka, strawberi dan sayuran seperti brokoli, tomat, dan kecambah adalah makanan yang kaya dengan vitamin C.

3. Atur jadwal.
Hindari hubungan intim selama dua hingga lima hari sebelum pasangan Anda menurut dugaan akan mengalami ovulasi. Ini akan meningkatkan hitungan sperma, dan persentase sperma sehat yang akan Anda pancarkan bisa lebih tinggi.

4. Jangan berolahraga berlebihan.
Orang yang berolahraga secara berlebihan bisa mengurangi hitungan sperma mereka karena suhu yang meningkat di sekitar testis selama kegiatan yang sangat mengerahkan tenaga. Dalam sebuah studi di AS, para peneliti menemukan bahwa para pelari yang berlatih lebih dari 90 kilometer per minggu mempunyai hitungan sperma lebih rendah dan sel-sel sperma kurang matang daripada pria berlari kurang dari 50 kilometer per minggu. Namun, latihan aerobik yang takarannya sedang seperti berjalan cepat atau berenang, tiga kali seminggu, masing-masing selama 20 menit, tidak akan mempengaruhi produksi sperma

5. Pakai celana bokser.
Walaupun mungkin tidak seefektif yang diyakini oleh sebagian orang, mengganti celana dalam ketat dengan celana bokser atau celana kolor mungkin dapat menaikkan hitungan sperma Anda, pasalnya testis Anda akan lebih sejuk.

6. Turunkan berat beberapa kilogram.
Apabila Anda kelebihan berat badan, menurunkan berat beberapa kilogram mungkin meningkatkan kesuburan Anda. Apabila Anda kelebihan berat badan, jaringan lemak dapat membungkus testis Anda, menaikkan temperatur disitu dan membunuh sperma di dalamnya

7. Turunkan suhu mandi sauna.
Duduk di kamar mandi sauna atau bak air hangat, atau mandi air hangat biasa pada suhu lebih dari peratur tubuh untuk periode yang terlalu lama dapat menurunkan produksi sperma . Jangan menghabiskan waktu lebih dari 15 menit sehari di bak air hangat atau sauna, dan Uahakan agar suhunya tidak lebih dari 36,5 derajat celcius.

8. Cermati antibiotika yang Anda minum.
Walaupun antibiotika bcgitu berperan dalam kemandulan, ada beberapa jenis yang bukti mempengaruhi mutu sperma dengan menurunkan hitungan sperma dan kelincahan gerak sperma, atau kemampuan "berenang" sperma. Yang tergolong kelompok ini adalah nitrofuran, contohnya nitrofurazone, dan macrolides, misalnya eritromisin.

9. Simpan pelumas Anda.
Jeli atau bahan pelumas lain mungkin  hubungan intim lebih lancar, tetapi bahan ini dapat mengurangi kelincahan sperma, belum lagi kalau mengandung spermisida.

10. Berhenti merokok.
Jika Anda merokok, peluang Anda untuk menjadi  seorang ayah terbang bersama asap rokok.  Merokok tampaknya mempunyai kaitan dengan lamban dan rendahnya hitungan-sperma dan selain itu, penelitian menemukan bahwa keguguran meningkat 64 persen apabila kedua pasangan merokok atau bahkan meskipun hanya sang pria yang merokok. Batasi minum alkohol. Alkohol berlebihan dapat menurunkan hitungan sperma.

11. Hindari nakoba.
Pemakaian mariyuana dan obat-obat terlarang lain selama jangka panjang berakibat menurunnya hitungan sperma dan tidak normalnya pola perkembangan sperma.

Sumber :
Berbagai sumber

Ini 7 Masalah yang Ditemui Pasutri di Ranjang dan Perlu Diterapi

I NYOMAN ARDIANTA | 10.20 | | Be the first to comment!
Jakarta, Masalah yang terjadi di atas ranjang belum tentu dapat diselesaikan dengan komunikasi atau bantuan alat tertentu saja. Terkadang jasa terapis seks juga diperlukan. Namun mungkin tak banyak pasutri yang tahu masalah 'ranjang' apa saja yang perlu mereka bawa ke terapis.


Untuk lebih jelasnya, simak tujuh masalah ranjang yang kerap dialami pasutri dan dapat diatasi dengan bantuan terapi menurut rekomendasi para pakar, seperti dilansir Woman's Day, Selasa (15/10/2013) berikut ini:

1. Libido rendah

"Hasrat bercinta/libido yang rendah atau Hypoactive Sexual Desire Disorder merupakan masalah seksual yang paling sering dibawa ke terapis. kondisi ini lebih sering dialami oleh wanita, meski tak menutup kemungkinan bagi pria untuk mengalami hal serupa," ungkap Stephen Betchen, DSW, salah seorang terapis bersertifikat.

Namun penulis buku Magnetic Partners itu juga menekankan sebenarnya kondisi ini sulit disembuhkan, kecuali jika penyebabnya sudah diketahui.

Selain masalah kesehatan, mulai dari ketidakseimbangan hormon, hipotiroidisme, tumor pada kelenjar pituitari, dialisis ginjal serta konsumsi antidepresan maupun stimulan, rendahnya hasrat seks juga bisa disebabkan oleh alasan psikologis dan emosional. Jika penyebabnya sudah diketahui, kondisinya pun lebih mudah disembuhkan.

2. Gairah seks yang tak seimbang
Mungkin Anda ingin berhubungan intim setiap malam, tapi suami merasa beberapa kali dalam sebulan saja sudah cukup. "Sejauh ini alasan lain yang kerap mendorong pasutri untuk menjalani terapi seks adalah perbedaan semacam ini, dimana salah satu pihak ingin lebih banyak bercinta," tandas Miriam Bellamy, LMFT, seorang terapis keluarga dan pernikahan dari Roswell, Georgia.

Untuk itu hal pertama yang dilakukan Bellamy adalah membantu pasiennya memahami bahwa normal-normal saja jika Anda punya pandangan berbeda tentang jumlah hubungan intim atau jenis seks yang mereka inginkan. Dan konflik di seputar hal ini bukan karena mereka terlalu berbeda tapi justru karena terlalu dekat.

"Obatnya, terutama bagi pasangan yang menghabiskan banyak waktu bersama adalah saling menjauh sebentar untuk menemukan keseimbangan emosi dan obyektivitas. Misalnya dengan sesekali hangout bersama teman tanpa suami, ini akan membantu gairah Anda tumbuh kembali," kata Bellamy.

3. Pasangan main belakang

Ketika salah satu pasangan berselingkuh, banyak pernikahan yang berakhir pada perceraian. Tapi bagi pasutri yang memutuskan untuk memaafkan serta mencoba memperbaiki hubungan akan memperoleh manfaat
nyata dengan terapi seks, karena ini membantu membangun kembali rasa percaya pada pasangan.

Faktanya, banyak terapis yang mengaku perselingkuhan ini adalah alasan teratas pasutri mencari jasa terapis seks.

"Untuk memperbaiki hubungan, pasangan yang selingkuh harus berhenti melakukannya dan mengungkap detail berbagai rahasia yang mereka miliki, misalnya password komputer dan ponsel sehingga pasangan bisa mengecek keduanya kapanpun mereka mau. Ini diperlukan karena pasangan merasa dikhianati dan tak bisa mudah percaya lagi. Butuh waktu dan keterbukaan untuk memunculkan rasa percaya itu lagi," tutur Barbara Bartlik, MD, psikiater dan terapis seks dari New York City


4. Konflik setelah adanya anak

Anak adalah penguat ikatan kedua orang tuanya, tapi banyak juga pasangan yang mengeluh keberadaan anak juga telah menghancurkan kehidupan seks mereka.

"Bagi wanita, perubahan kadar hormon (akibat melahirkan) sering menurunkan gairah seks mereka, apalagi jika mereka mengasuh anak. Wanita juga mengalami perubahan bentuk tubuh yang membuat mereka tak nyaman bercinta. Dan meski kebanyakan pria tetap tertarik pada istrinya, bagaimanapun bentuk tubuhnya, nyatanya ada juga yang terpengaruh dengan perubahan bentuk tubuh pasangannya," ujar Scott
Haltzman, MD, psikiater dari Rhode Island.

Menurut penulis buku The Secrets of Happily Married Men and The Secrets of Happily Married Women tersebut, kondisi ini dapat diatasi dengan terapi seks yang membantu membangun kembali koneksi antarpasangan. Jika tidak, untuk pemula alias orangtua baru, Dr Haltzman menyarankan agar mengunci pintu kamar sehingga Anda tak selalu merasa cemas jika tahu-tahu si kecil masuk kamar atau meminta bantuan seseorang untuk mengasuh anak setiap satu minggu sekali agar Anda bisa berduaan.

5. Susah orgasme

Debby Herbenick, PhD, dari Indiana University dan penulis buku Because It Feels Good mengatakan kebanyakan wanita datang ke terapis seks untuk mengatasi kesulitannya mencapai orgasme.

"Terapis seks biasanya memberi mereka informasi tentang tubuh wanita sendiri, terutama klitoris. Pasalnya tak banyak wanita yang tahu tentang klitoris itu sendiri dan bagaimana mudahnya bagian tubuh ini dirangsang dengan posisi seks tertentu, misalnya," terang Dr Herbenick

6. Rasa nyeri saat penetrasi

Yang pertama didatangi pasutri untuk mengatasi hal ini tentunya adalah dokter. Namun banyak juga dokter yang menyarankan pasiennya untuk menemui terapis seks agar nyerinya bisa mereda.

"Terkadang penyebabnya adalah kondisi medis seperti vulvodynia and lichen sclerosus tapi bisa juga karena perilaku tertentu. Dengan mengetahui penyebabnya, terapis seks dapat memberikan saran seperti foreplay lebih lama karena aktivitas ini dapat meningkatkan lubrikasi vagina dan memperbesar lubang vagina agar dapat mengakomodasi penis pasangan; menggunakan pelicin; atau mencoba posisi seks tertentu seperti woman on top yang memberi wanita kendali utama saat berhubungan," saran Dr. Herbenick.

Terapis seks juga bisa membantu pasutri untuk memperbaiki komunikasi, terutama dalam mengkomunikasikan bagaimana rasa nyeri saat penetrasi dapat mempengaruhi hubungan mereka. Termasuk memberi solusi, misalnya mendorong pasangan mempertimbangkan variasi dalam bercinta, seperti posisi seks atau penggunaan mainan seks.

7. Konsumsi pornografi dan kecanduan seksual

Kecanduan seks ada beragam, misalnya kecanduan pada pornografi, seks virtual di komputer, masturbasi dan hal-hal lain yang dapat menghancurkan keintiman serta kepuasan seksual dalam pernikahan.

"Kondisi semacam ini lebih sering terjadi pada pria meski wanita juga bisa mengidap kecanduan yang sama," catat Dr. Betchen.

Menurut Dr. Betchen, seperti halnya pecandu alkohol atau narkoba, langkah pertama untuk mengatasi kondisi ini adalah mengakui jika orang yang bersangkutan memang punya masalah kecanduan tersebut. "Atau jika ingin membantu pasangan, cobalah mengidentifikasi penyebab kecanduan bersama pasangan. Dengan begitu, si pecandu bisa lebih mengontrol perilakunya," tambahnya.

Dalam hal kecanduan seks, Dr. Betchen pun menekankan agar pasien menghindari berbagai aktivitas seksual terlebih dulu, termasuk masturbasi dan berhubungan intim dengan pasangannya selama kurun waktu tertentu, misalnya 30-90 hari.

"Pasien juga bisa ikut terapi kelompok dimana pasien diminta mengekspresikan perasaannya dan belajar menghadapi emosi negatif (yang mendasari kecanduan) dengan cara yang benar," imbuhnya.

Jakarta, Masalah yang terjadi di atas ranjang belum tentu dapat diselesaikan dengan komunikasi atau bantuan alat tertentu saja. Terkadang jasa terapis seks juga diperlukan. Namun mungkin tak banyak pasutri yang tahu masalah 'ranjang' apa saja yang perlu mereka bawa ke terapis.


Untuk lebih jelasnya, simak tujuh masalah ranjang yang kerap dialami pasutri dan dapat diatasi dengan bantuan terapi menurut rekomendasi para pakar, seperti dilansir Woman's Day, Selasa (15/10/2013) berikut ini:

1. Libido rendah

"Hasrat bercinta/libido yang rendah atau Hypoactive Sexual Desire Disorder merupakan masalah seksual yang paling sering dibawa ke terapis. kondisi ini lebih sering dialami oleh wanita, meski tak menutup kemungkinan bagi pria untuk mengalami hal serupa," ungkap Stephen Betchen, DSW, salah seorang terapis bersertifikat.

Namun penulis buku Magnetic Partners itu juga menekankan sebenarnya kondisi ini sulit disembuhkan, kecuali jika penyebabnya sudah diketahui.

Selain masalah kesehatan, mulai dari ketidakseimbangan hormon, hipotiroidisme, tumor pada kelenjar pituitari, dialisis ginjal serta konsumsi antidepresan maupun stimulan, rendahnya hasrat seks juga bisa disebabkan oleh alasan psikologis dan emosional. Jika penyebabnya sudah diketahui, kondisinya pun lebih mudah disembuhkan.

2. Gairah seks yang tak seimbang
Mungkin Anda ingin berhubungan intim setiap malam, tapi suami merasa beberapa kali dalam sebulan saja sudah cukup. "Sejauh ini alasan lain yang kerap mendorong pasutri untuk menjalani terapi seks adalah perbedaan semacam ini, dimana salah satu pihak ingin lebih banyak bercinta," tandas Miriam Bellamy, LMFT, seorang terapis keluarga dan pernikahan dari Roswell, Georgia.

Untuk itu hal pertama yang dilakukan Bellamy adalah membantu pasiennya memahami bahwa normal-normal saja jika Anda punya pandangan berbeda tentang jumlah hubungan intim atau jenis seks yang mereka inginkan. Dan konflik di seputar hal ini bukan karena mereka terlalu berbeda tapi justru karena terlalu dekat.

"Obatnya, terutama bagi pasangan yang menghabiskan banyak waktu bersama adalah saling menjauh sebentar untuk menemukan keseimbangan emosi dan obyektivitas. Misalnya dengan sesekali hangout bersama teman tanpa suami, ini akan membantu gairah Anda tumbuh kembali," kata Bellamy.

3. Pasangan main belakang

Ketika salah satu pasangan berselingkuh, banyak pernikahan yang berakhir pada perceraian. Tapi bagi pasutri yang memutuskan untuk memaafkan serta mencoba memperbaiki hubungan akan memperoleh manfaat
nyata dengan terapi seks, karena ini membantu membangun kembali rasa percaya pada pasangan.

Faktanya, banyak terapis yang mengaku perselingkuhan ini adalah alasan teratas pasutri mencari jasa terapis seks.

"Untuk memperbaiki hubungan, pasangan yang selingkuh harus berhenti melakukannya dan mengungkap detail berbagai rahasia yang mereka miliki, misalnya password komputer dan ponsel sehingga pasangan bisa mengecek keduanya kapanpun mereka mau. Ini diperlukan karena pasangan merasa dikhianati dan tak bisa mudah percaya lagi. Butuh waktu dan keterbukaan untuk memunculkan rasa percaya itu lagi," tutur Barbara Bartlik, MD, psikiater dan terapis seks dari New York City


4. Konflik setelah adanya anak

Anak adalah penguat ikatan kedua orang tuanya, tapi banyak juga pasangan yang mengeluh keberadaan anak juga telah menghancurkan kehidupan seks mereka.

"Bagi wanita, perubahan kadar hormon (akibat melahirkan) sering menurunkan gairah seks mereka, apalagi jika mereka mengasuh anak. Wanita juga mengalami perubahan bentuk tubuh yang membuat mereka tak nyaman bercinta. Dan meski kebanyakan pria tetap tertarik pada istrinya, bagaimanapun bentuk tubuhnya, nyatanya ada juga yang terpengaruh dengan perubahan bentuk tubuh pasangannya," ujar Scott
Haltzman, MD, psikiater dari Rhode Island.

Menurut penulis buku The Secrets of Happily Married Men and The Secrets of Happily Married Women tersebut, kondisi ini dapat diatasi dengan terapi seks yang membantu membangun kembali koneksi antarpasangan. Jika tidak, untuk pemula alias orangtua baru, Dr Haltzman menyarankan agar mengunci pintu kamar sehingga Anda tak selalu merasa cemas jika tahu-tahu si kecil masuk kamar atau meminta bantuan seseorang untuk mengasuh anak setiap satu minggu sekali agar Anda bisa berduaan.

5. Susah orgasme

Debby Herbenick, PhD, dari Indiana University dan penulis buku Because It Feels Good mengatakan kebanyakan wanita datang ke terapis seks untuk mengatasi kesulitannya mencapai orgasme.

"Terapis seks biasanya memberi mereka informasi tentang tubuh wanita sendiri, terutama klitoris. Pasalnya tak banyak wanita yang tahu tentang klitoris itu sendiri dan bagaimana mudahnya bagian tubuh ini dirangsang dengan posisi seks tertentu, misalnya," terang Dr Herbenick

6. Rasa nyeri saat penetrasi

Yang pertama didatangi pasutri untuk mengatasi hal ini tentunya adalah dokter. Namun banyak juga dokter yang menyarankan pasiennya untuk menemui terapis seks agar nyerinya bisa mereda.

"Terkadang penyebabnya adalah kondisi medis seperti vulvodynia and lichen sclerosus tapi bisa juga karena perilaku tertentu. Dengan mengetahui penyebabnya, terapis seks dapat memberikan saran seperti foreplay lebih lama karena aktivitas ini dapat meningkatkan lubrikasi vagina dan memperbesar lubang vagina agar dapat mengakomodasi penis pasangan; menggunakan pelicin; atau mencoba posisi seks tertentu seperti woman on top yang memberi wanita kendali utama saat berhubungan," saran Dr. Herbenick.

Terapis seks juga bisa membantu pasutri untuk memperbaiki komunikasi, terutama dalam mengkomunikasikan bagaimana rasa nyeri saat penetrasi dapat mempengaruhi hubungan mereka. Termasuk memberi solusi, misalnya mendorong pasangan mempertimbangkan variasi dalam bercinta, seperti posisi seks atau penggunaan mainan seks.

7. Konsumsi pornografi dan kecanduan seksual

Kecanduan seks ada beragam, misalnya kecanduan pada pornografi, seks virtual di komputer, masturbasi dan hal-hal lain yang dapat menghancurkan keintiman serta kepuasan seksual dalam pernikahan.

"Kondisi semacam ini lebih sering terjadi pada pria meski wanita juga bisa mengidap kecanduan yang sama," catat Dr. Betchen.

Menurut Dr. Betchen, seperti halnya pecandu alkohol atau narkoba, langkah pertama untuk mengatasi kondisi ini adalah mengakui jika orang yang bersangkutan memang punya masalah kecanduan tersebut. "Atau jika ingin membantu pasangan, cobalah mengidentifikasi penyebab kecanduan bersama pasangan. Dengan begitu, si pecandu bisa lebih mengontrol perilakunya," tambahnya.

Dalam hal kecanduan seks, Dr. Betchen pun menekankan agar pasien menghindari berbagai aktivitas seksual terlebih dulu, termasuk masturbasi dan berhubungan intim dengan pasangannya selama kurun waktu tertentu, misalnya 30-90 hari.

"Pasien juga bisa ikut terapi kelompok dimana pasien diminta mengekspresikan perasaannya dan belajar menghadapi emosi negatif (yang mendasari kecanduan) dengan cara yang benar," imbuhnya.

7 Hal yang Lebih 'Menggoda' Daripada Seks

I NYOMAN ARDIANTA | 03.03 | | | | Be the first to comment!
Orgasme, atau minuman berkafein? Menurut survei terbaru, mayoritas orang menjawab yang kedua. Survei tersebut diadakan oleh Hotel Le Meridien kepada responden di China, India, Uni Emirat Arab dan Amerika Serikat untuk mengetahui, apa yang orang-orang rela korbankan demi mendapatkan secangkir kopi hangat di pagi hari. Hasilnya, 53 persen responden menjawab lebih memilih minum Americano ketimbang seks di pagi hari. Masih ada banyak hal lain lagi yang dianggap lebih 'menggoda' daripada seks. Ini daftarnya, seperti dirangkum dari Huffington Post.

1. Tidur
Organisasi Better Sleep Council di Alexandria, Virginia menemukan ada 12 persen orang yang lebih memilih dapatkan tidur yang berkualitas ketimbang seks di malam hari. Terkadang orang bisa merasa sangat lelah hingga hal pertama yang dia inginkan adalah tidur, dan yang terakhir bercinta.

2. Ponsel
Berdasarkan survei yang dilakukan TeleNav, penyedia layanan wireless dan GPS, orang kini lebih ketergantungan pada ponsel mereka daripada hasrat seksual. Majalah Time melaporkan pada Agustus 2011, 33 persen orang yang disurvei TeleNav mengatakan bersedia tidak bercinta selama seminggu daripada kehilangan ponselnya.

3. Pujian
Sebuah studi yang diadakan pada 2011 menunjukkan, pria dan wanita usia remaja lebih suka mendapatkan pujian untuk meningkatkan ego mereka daripada berhubungan seksual. Hal itu diungkapkan dalam buku 'The Narciccism Epidemic' yang ditulis Jean M. Twenge dan W. Keith Campbell yang mendeskripsikan tentang tren kepercayaan diri dan narsisme yang semakin meningkat di kalangan mahasiswa.

4. Makanan
Survei pada 2012 yang diprakarsai Today.com dan Match.com menemukan, 39 persen wanita single lebih rela kehilangan momen bercinta mereka selama satu tahun daripada harus 'puasa' makan makanna favorit mereka. Salah satunya bacon, ada 43 persen orang yang lebih suka merasakan kelezatan daging renyah ini daripada kenikmatan seks.

5. Tas yang Lebih Ringan
Ketika diminta memilih antara harus membawa banyak buku pelajaran di dalam tas atau terus melajang selama satu tahun, 25 persen mahasiswa yang disurvei oleh Kno, sebuah perusahaan software menunjuk pilihan yang kedua.

6. Internet
Intel melakukan survei kepada responden wanita untuk mengetahui, lebih pilih hidup selama dua minggu tanpa seks atau akses Internet? Ternyata ada 46 persen wanita yang memilih opsi pertama ketimbang yang kedua.

7. Awet Muda
Menurut hasil survei yang didapat brand kosmetik Elizabeth Arden, 21 persen wanita rela jika harus menukar (tidak) berhubungan seks setahun penuh jika itu bisa mencegah atau memperlambat penuaan mereka. Terlihat lebih muda ternyata lebih penting bagi wanita daripada dapat kepuasan seks.

Orgasme, atau minuman berkafein? Menurut survei terbaru, mayoritas orang menjawab yang kedua. Survei tersebut diadakan oleh Hotel Le Meridien kepada responden di China, India, Uni Emirat Arab dan Amerika Serikat untuk mengetahui, apa yang orang-orang rela korbankan demi mendapatkan secangkir kopi hangat di pagi hari. Hasilnya, 53 persen responden menjawab lebih memilih minum Americano ketimbang seks di pagi hari. Masih ada banyak hal lain lagi yang dianggap lebih 'menggoda' daripada seks. Ini daftarnya, seperti dirangkum dari Huffington Post.

1. Tidur
Organisasi Better Sleep Council di Alexandria, Virginia menemukan ada 12 persen orang yang lebih memilih dapatkan tidur yang berkualitas ketimbang seks di malam hari. Terkadang orang bisa merasa sangat lelah hingga hal pertama yang dia inginkan adalah tidur, dan yang terakhir bercinta.

2. Ponsel
Berdasarkan survei yang dilakukan TeleNav, penyedia layanan wireless dan GPS, orang kini lebih ketergantungan pada ponsel mereka daripada hasrat seksual. Majalah Time melaporkan pada Agustus 2011, 33 persen orang yang disurvei TeleNav mengatakan bersedia tidak bercinta selama seminggu daripada kehilangan ponselnya.

3. Pujian
Sebuah studi yang diadakan pada 2011 menunjukkan, pria dan wanita usia remaja lebih suka mendapatkan pujian untuk meningkatkan ego mereka daripada berhubungan seksual. Hal itu diungkapkan dalam buku 'The Narciccism Epidemic' yang ditulis Jean M. Twenge dan W. Keith Campbell yang mendeskripsikan tentang tren kepercayaan diri dan narsisme yang semakin meningkat di kalangan mahasiswa.

4. Makanan
Survei pada 2012 yang diprakarsai Today.com dan Match.com menemukan, 39 persen wanita single lebih rela kehilangan momen bercinta mereka selama satu tahun daripada harus 'puasa' makan makanna favorit mereka. Salah satunya bacon, ada 43 persen orang yang lebih suka merasakan kelezatan daging renyah ini daripada kenikmatan seks.

5. Tas yang Lebih Ringan
Ketika diminta memilih antara harus membawa banyak buku pelajaran di dalam tas atau terus melajang selama satu tahun, 25 persen mahasiswa yang disurvei oleh Kno, sebuah perusahaan software menunjuk pilihan yang kedua.

6. Internet
Intel melakukan survei kepada responden wanita untuk mengetahui, lebih pilih hidup selama dua minggu tanpa seks atau akses Internet? Ternyata ada 46 persen wanita yang memilih opsi pertama ketimbang yang kedua.

7. Awet Muda
Menurut hasil survei yang didapat brand kosmetik Elizabeth Arden, 21 persen wanita rela jika harus menukar (tidak) berhubungan seks setahun penuh jika itu bisa mencegah atau memperlambat penuaan mereka. Terlihat lebih muda ternyata lebih penting bagi wanita daripada dapat kepuasan seks.

Ini 7 Masalah yang Ditemui Pasutri di Ranjang dan Perlu Diterapi

I NYOMAN ARDIANTA | 08.35 | | | Be the first to comment!

Masalah yang terjadi di atas ranjang belum tentu dapat diselesaikan dengan komunikasi atau bantuan alat tertentu saja. Terkadang jasa terapis seks juga diperlukan. Namun mungkin tak banyak pasutri yang tahu masalah 'ranjang' apa saja yang perlu mereka bawa ke terapis.

Untuk lebih jelasnya, simak tujuh masalah ranjang yang kerap dialami pasutri dan dapat diatasi dengan bantuan terapi menurut rekomendasi para pakar, seperti dilansir Woman's Day, Selasa (15/10/2013) berikut ini:

1. Libido rendah

"Hasrat bercinta/libido yang rendah atau Hypoactive Sexual Desire Disorder merupakan masalah seksual yang paling sering dibawa ke terapis. kondisi ini lebih sering dialami oleh wanita, meski tak menutup kemungkinan bagi pria untuk mengalami hal serupa," ungkap Stephen Betchen, DSW, salah seorang terapis bersertifikat.

Namun penulis buku Magnetic Partners itu juga menekankan sebenarnya kondisi ini sulit disembuhkan, kecuali jika penyebabnya sudah diketahui.

Selain masalah kesehatan, mulai dari ketidakseimbangan hormon, hipotiroidisme, tumor pada kelenjar pituitari, dialisis ginjal serta konsumsi antidepresan maupun stimulan, rendahnya hasrat seks juga bisa disebabkan oleh alasan psikologis dan emosional. Jika penyebabnya sudah diketahui, kondisinya pun lebih mudah disembuhkan.

2. Gairah seks yang tak seimbang
 Mungkin Anda ingin berhubungan intim setiap malam, tapi suami merasa beberapa kali dalam sebulan saja sudah cukup. "Sejauh ini alasan lain yang kerap mendorong pasutri untuk menjalani terapi seks adalah perbedaan semacam ini, dimana salah satu pihak ingin lebih banyak bercinta," tandas Miriam Bellamy, LMFT, seorang terapis keluarga dan pernikahan dari Roswell, Georgia.

Untuk itu hal pertama yang dilakukan Bellamy adalah membantu pasiennya memahami bahwa normal-normal saja jika Anda punya pandangan berbeda tentang jumlah hubungan intim atau jenis seks yang mereka inginkan. Dan konflik di seputar hal ini bukan karena mereka terlalu berbeda tapi justru karena terlalu dekat.

"Obatnya, terutama bagi pasangan yang menghabiskan banyak waktu bersama adalah saling menjauh sebentar untuk menemukan keseimbangan emosi dan obyektivitas. Misalnya dengan sesekali hangout bersama teman tanpa suami, ini akan membantu gairah Anda tumbuh kembali," kata Bellamy.

3. Pasangan main belakang

Ketika salah satu pasangan berselingkuh, banyak pernikahan yang berakhir pada perceraian. Tapi bagi pasutri yang memutuskan untuk memaafkan serta mencoba memperbaiki hubungan akan memperoleh manfaat
nyata dengan terapi seks, karena ini membantu membangun kembali rasa percaya pada pasangan.

Faktanya, banyak terapis yang mengaku perselingkuhan ini adalah alasan teratas pasutri mencari jasa terapis seks.

"Untuk memperbaiki hubungan, pasangan yang selingkuh harus berhenti melakukannya dan mengungkap detail berbagai rahasia yang mereka miliki, misalnya password komputer dan ponsel sehingga pasangan bisa mengecek keduanya kapanpun mereka mau. Ini diperlukan karena pasangan merasa dikhianati dan tak bisa mudah percaya lagi. Butuh waktu dan keterbukaan untuk memunculkan rasa percaya itu lagi," tutur Barbara Bartlik, MD, psikiater dan terapis seks dari New York City

 4. Konflik setelah adanya anak

Anak adalah penguat ikatan kedua orang tuanya, tapi banyak juga pasangan yang mengeluh keberadaan anak juga telah menghancurkan kehidupan seks mereka.

"Bagi wanita, perubahan kadar hormon (akibat melahirkan) sering menurunkan gairah seks mereka, apalagi jika mereka mengasuh anak. Wanita juga mengalami perubahan bentuk tubuh yang membuat mereka tak nyaman bercinta. Dan meski kebanyakan pria tetap tertarik pada istrinya, bagaimanapun bentuk tubuhnya, nyatanya ada juga yang terpengaruh dengan perubahan bentuk tubuh pasangannya," ujar Scott
Haltzman, MD, psikiater dari Rhode Island.

Menurut penulis buku The Secrets of Happily Married Men and The Secrets of Happily Married Women tersebut, kondisi ini dapat diatasi dengan terapi seks yang membantu membangun kembali koneksi antarpasangan. Jika tidak, untuk pemula alias orangtua baru, Dr Haltzman menyarankan agar mengunci pintu kamar sehingga Anda tak selalu merasa cemas jika tahu-tahu si kecil masuk kamar atau meminta bantuan seseorang untuk mengasuh anak setiap satu minggu sekali agar Anda bisa berduaan.

5. Susah orgasme

Debby Herbenick, PhD, dari Indiana University dan penulis buku Because It Feels Good mengatakan kebanyakan wanita datang ke terapis seks untuk mengatasi kesulitannya mencapai orgasme.

"Terapis seks biasanya memberi mereka informasi tentang tubuh wanita sendiri, terutama klitoris. Pasalnya tak banyak wanita yang tahu tentang klitoris itu sendiri dan bagaimana mudahnya bagian tubuh ini dirangsang dengan posisi seks tertentu, misalnya," terang Dr Herbenick

 6. Rasa nyeri saat penetrasi

Yang pertama didatangi pasutri untuk mengatasi hal ini tentunya adalah dokter. Namun banyak juga dokter yang menyarankan pasiennya untuk menemui terapis seks agar nyerinya bisa mereda.

"Terkadang penyebabnya adalah kondisi medis seperti vulvodynia and lichen sclerosus tapi bisa juga karena perilaku tertentu. Dengan mengetahui penyebabnya, terapis seks dapat memberikan saran seperti foreplay lebih lama karena aktivitas ini dapat meningkatkan lubrikasi vagina dan memperbesar lubang vagina agar dapat mengakomodasi penis pasangan; menggunakan pelicin; atau mencoba posisi seks tertentu seperti woman on top yang memberi wanita kendali utama saat berhubungan," saran Dr. Herbenick.

Terapis seks juga bisa membantu pasutri untuk memperbaiki komunikasi, terutama dalam mengkomunikasikan bagaimana rasa nyeri saat penetrasi dapat mempengaruhi hubungan mereka. Termasuk memberi solusi, misalnya mendorong pasangan mempertimbangkan variasi dalam bercinta, seperti posisi seks atau penggunaan mainan seks.

7. Konsumsi pornografi dan kecanduan seksual

Kecanduan seks ada beragam, misalnya kecanduan pada pornografi, seks virtual di komputer, masturbasi dan hal-hal lain yang dapat menghancurkan keintiman serta kepuasan seksual dalam pernikahan.

"Kondisi semacam ini lebih sering terjadi pada pria meski wanita juga bisa mengidap kecanduan yang sama," catat Dr. Betchen.

Menurut Dr. Betchen, seperti halnya pecandu alkohol atau narkoba, langkah pertama untuk mengatasi kondisi ini adalah mengakui jika orang yang bersangkutan memang punya masalah kecanduan tersebut. "Atau jika ingin membantu pasangan, cobalah mengidentifikasi penyebab kecanduan bersama pasangan. Dengan begitu, si pecandu bisa lebih mengontrol perilakunya," tambahnya.

Dalam hal kecanduan seks, Dr. Betchen pun menekankan agar pasien menghindari berbagai aktivitas seksual terlebih dulu, termasuk masturbasi dan berhubungan intim dengan pasangannya selama kurun waktu tertentu, misalnya 30-90 hari.

"Pasien juga bisa ikut terapi kelompok dimana pasien diminta mengekspresikan perasaannya dan belajar menghadapi emosi negatif (yang mendasari kecanduan) dengan cara yang benar," imbuhnya.


Masalah yang terjadi di atas ranjang belum tentu dapat diselesaikan dengan komunikasi atau bantuan alat tertentu saja. Terkadang jasa terapis seks juga diperlukan. Namun mungkin tak banyak pasutri yang tahu masalah 'ranjang' apa saja yang perlu mereka bawa ke terapis.

Untuk lebih jelasnya, simak tujuh masalah ranjang yang kerap dialami pasutri dan dapat diatasi dengan bantuan terapi menurut rekomendasi para pakar, seperti dilansir Woman's Day, Selasa (15/10/2013) berikut ini:

1. Libido rendah

"Hasrat bercinta/libido yang rendah atau Hypoactive Sexual Desire Disorder merupakan masalah seksual yang paling sering dibawa ke terapis. kondisi ini lebih sering dialami oleh wanita, meski tak menutup kemungkinan bagi pria untuk mengalami hal serupa," ungkap Stephen Betchen, DSW, salah seorang terapis bersertifikat.

Namun penulis buku Magnetic Partners itu juga menekankan sebenarnya kondisi ini sulit disembuhkan, kecuali jika penyebabnya sudah diketahui.

Selain masalah kesehatan, mulai dari ketidakseimbangan hormon, hipotiroidisme, tumor pada kelenjar pituitari, dialisis ginjal serta konsumsi antidepresan maupun stimulan, rendahnya hasrat seks juga bisa disebabkan oleh alasan psikologis dan emosional. Jika penyebabnya sudah diketahui, kondisinya pun lebih mudah disembuhkan.

2. Gairah seks yang tak seimbang
 Mungkin Anda ingin berhubungan intim setiap malam, tapi suami merasa beberapa kali dalam sebulan saja sudah cukup. "Sejauh ini alasan lain yang kerap mendorong pasutri untuk menjalani terapi seks adalah perbedaan semacam ini, dimana salah satu pihak ingin lebih banyak bercinta," tandas Miriam Bellamy, LMFT, seorang terapis keluarga dan pernikahan dari Roswell, Georgia.

Untuk itu hal pertama yang dilakukan Bellamy adalah membantu pasiennya memahami bahwa normal-normal saja jika Anda punya pandangan berbeda tentang jumlah hubungan intim atau jenis seks yang mereka inginkan. Dan konflik di seputar hal ini bukan karena mereka terlalu berbeda tapi justru karena terlalu dekat.

"Obatnya, terutama bagi pasangan yang menghabiskan banyak waktu bersama adalah saling menjauh sebentar untuk menemukan keseimbangan emosi dan obyektivitas. Misalnya dengan sesekali hangout bersama teman tanpa suami, ini akan membantu gairah Anda tumbuh kembali," kata Bellamy.

3. Pasangan main belakang

Ketika salah satu pasangan berselingkuh, banyak pernikahan yang berakhir pada perceraian. Tapi bagi pasutri yang memutuskan untuk memaafkan serta mencoba memperbaiki hubungan akan memperoleh manfaat
nyata dengan terapi seks, karena ini membantu membangun kembali rasa percaya pada pasangan.

Faktanya, banyak terapis yang mengaku perselingkuhan ini adalah alasan teratas pasutri mencari jasa terapis seks.

"Untuk memperbaiki hubungan, pasangan yang selingkuh harus berhenti melakukannya dan mengungkap detail berbagai rahasia yang mereka miliki, misalnya password komputer dan ponsel sehingga pasangan bisa mengecek keduanya kapanpun mereka mau. Ini diperlukan karena pasangan merasa dikhianati dan tak bisa mudah percaya lagi. Butuh waktu dan keterbukaan untuk memunculkan rasa percaya itu lagi," tutur Barbara Bartlik, MD, psikiater dan terapis seks dari New York City

 4. Konflik setelah adanya anak

Anak adalah penguat ikatan kedua orang tuanya, tapi banyak juga pasangan yang mengeluh keberadaan anak juga telah menghancurkan kehidupan seks mereka.

"Bagi wanita, perubahan kadar hormon (akibat melahirkan) sering menurunkan gairah seks mereka, apalagi jika mereka mengasuh anak. Wanita juga mengalami perubahan bentuk tubuh yang membuat mereka tak nyaman bercinta. Dan meski kebanyakan pria tetap tertarik pada istrinya, bagaimanapun bentuk tubuhnya, nyatanya ada juga yang terpengaruh dengan perubahan bentuk tubuh pasangannya," ujar Scott
Haltzman, MD, psikiater dari Rhode Island.

Menurut penulis buku The Secrets of Happily Married Men and The Secrets of Happily Married Women tersebut, kondisi ini dapat diatasi dengan terapi seks yang membantu membangun kembali koneksi antarpasangan. Jika tidak, untuk pemula alias orangtua baru, Dr Haltzman menyarankan agar mengunci pintu kamar sehingga Anda tak selalu merasa cemas jika tahu-tahu si kecil masuk kamar atau meminta bantuan seseorang untuk mengasuh anak setiap satu minggu sekali agar Anda bisa berduaan.

5. Susah orgasme

Debby Herbenick, PhD, dari Indiana University dan penulis buku Because It Feels Good mengatakan kebanyakan wanita datang ke terapis seks untuk mengatasi kesulitannya mencapai orgasme.

"Terapis seks biasanya memberi mereka informasi tentang tubuh wanita sendiri, terutama klitoris. Pasalnya tak banyak wanita yang tahu tentang klitoris itu sendiri dan bagaimana mudahnya bagian tubuh ini dirangsang dengan posisi seks tertentu, misalnya," terang Dr Herbenick

 6. Rasa nyeri saat penetrasi

Yang pertama didatangi pasutri untuk mengatasi hal ini tentunya adalah dokter. Namun banyak juga dokter yang menyarankan pasiennya untuk menemui terapis seks agar nyerinya bisa mereda.

"Terkadang penyebabnya adalah kondisi medis seperti vulvodynia and lichen sclerosus tapi bisa juga karena perilaku tertentu. Dengan mengetahui penyebabnya, terapis seks dapat memberikan saran seperti foreplay lebih lama karena aktivitas ini dapat meningkatkan lubrikasi vagina dan memperbesar lubang vagina agar dapat mengakomodasi penis pasangan; menggunakan pelicin; atau mencoba posisi seks tertentu seperti woman on top yang memberi wanita kendali utama saat berhubungan," saran Dr. Herbenick.

Terapis seks juga bisa membantu pasutri untuk memperbaiki komunikasi, terutama dalam mengkomunikasikan bagaimana rasa nyeri saat penetrasi dapat mempengaruhi hubungan mereka. Termasuk memberi solusi, misalnya mendorong pasangan mempertimbangkan variasi dalam bercinta, seperti posisi seks atau penggunaan mainan seks.

7. Konsumsi pornografi dan kecanduan seksual

Kecanduan seks ada beragam, misalnya kecanduan pada pornografi, seks virtual di komputer, masturbasi dan hal-hal lain yang dapat menghancurkan keintiman serta kepuasan seksual dalam pernikahan.

"Kondisi semacam ini lebih sering terjadi pada pria meski wanita juga bisa mengidap kecanduan yang sama," catat Dr. Betchen.

Menurut Dr. Betchen, seperti halnya pecandu alkohol atau narkoba, langkah pertama untuk mengatasi kondisi ini adalah mengakui jika orang yang bersangkutan memang punya masalah kecanduan tersebut. "Atau jika ingin membantu pasangan, cobalah mengidentifikasi penyebab kecanduan bersama pasangan. Dengan begitu, si pecandu bisa lebih mengontrol perilakunya," tambahnya.

Dalam hal kecanduan seks, Dr. Betchen pun menekankan agar pasien menghindari berbagai aktivitas seksual terlebih dulu, termasuk masturbasi dan berhubungan intim dengan pasangannya selama kurun waktu tertentu, misalnya 30-90 hari.

"Pasien juga bisa ikut terapi kelompok dimana pasien diminta mengekspresikan perasaannya dan belajar menghadapi emosi negatif (yang mendasari kecanduan) dengan cara yang benar," imbuhnya.

Followers

Total Tayangan Halaman

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Copyright © 2013 Info Ajaib | Info unik. Bloggerized byOzynetwork converted by BloggerTheme9
Blogger template. Proudly Powered by Blogger.
back to top